Alhamdulillah . . .

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».

Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah ﷺ jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”. Sedangkan jika beliau ﷺ menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan, beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal“”

[HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani].

Iklan

3 Amalan Paling Dicintai

Dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,

سَأَلْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ « الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا » . قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ « ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ » .قَالَ ثُمَّ أَىّ قَالَ « الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قَالَ حَدَّثَنِى بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِى

“Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.’ Lalu aku mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Berjihad di jalan Allah’.”

Lalu Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan hal-hal tadi kepadaku. Seandainya aku bertanya lagi, pasti beliau akan menambahkan (jawabannya).”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Memperbanyak Istighfar

“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”

(HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Dzikir Ringan Namun Berat di Timbangan Sumber

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim (Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia).” (HR. Bukhari, no. 6682 dan Muslim, no. 2694)

Negri dengan 2 Kota Suci, Akhirnya Kudatangi..

Alhamdulillah,

Tak terasa sudah 1 bulan di Negri dengan kota suci ini. Sebuah mimpi yang akhirnya menjadi nyata karena taqdir Allah Ta’ala. Semoga Allah Ta’ala menjaga hati2 kami dan antum untuk senantiasa bersyukur atas nikmat2 NYA. Betapa banyak nikmat yang belum kita syukuri… Maka nikmat Allah yang mana yang kita dustakan ? Wa iyyadzubillah, jadikan kami termasuk hamba2 yang pandai bersyukur, alhamdulillah.. Amin

 

Ini adalah kali kedua penulis hidup dan bekerja di timur tengah, pertengahan tahun lalu penulis sekeluarga sempat 5 bulan di kota Muscat, Oman yang indah dengan pantai dan masjid2 cantiknya. Tentu ada beberapa pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan kota Riyadh, Ibukota Kingdom of Saudi Arabia yang sekarang sedang penulis jalani. Antum yang berniat untuk merantau ke Saudi terutama untuk bekerja sekaligus tholabul ‘Ilmi sepertinya disini pilhan yang cukup tepat. Banyak Masyaikh dan assatidz yang bisa kita belajar darinya.

 

Bulan2 ini sungguh terik suhu di atas 43 degree di siang hari. Teringan dengan blog ini yang entah sudah berapa lama tak pernah dibuka apalagi dicoret2 lagi. Password pun sempet lupa yang mana :), ya ikhwah.. ana rindu kalian semoga Allah Ta’ala jaga hati2 kita senantiasa dalam dienul Islam yg haq ini. Di sisi lain sana, di pinggiran bangladesh dan Burma saudara2 kita seiman sedang merana. Anak2 kecil yang tertunduk tak kuasa menahan kantuk, dibawah langit dan bintang dan sanak saudara yang entah dimana.. Mereka tentu butuh uluran tangan kita ya ikhwah, meskipun entah yang kita perbuat akan seberapa bermanfaat buat mereka. Sisipkan diantara doa2 itu untuk mereka kaum muslim di seluruh negri.. yang tertindas, teraniaya, mempertahankan darah dan kehormatannya..

 

Ingatkan pula diri ini untuk mengingat Sang Maha Lembut dan Maha Perkasa, Allah Ta’ala, ingatkan diri untuk tidak berhenti belajar menuntut ilmu agama, dan buah dari ilmu yang bermanfaat adalah amal.. Siapapun antum yang rindu akan tholabul ilmi, tapi antum masih menunda2 nya cukupkan sampai disini. Ibarat makan, ilmu dien ini lah makanan pokok hati kita, bisa dimana dan kapan saja ikhwah.. tapi tentu siapa seseorang akan dilihat dari siapa kawannya.. Maka dekat2 lah dengan mereka yang bisa mengingatkan, meskipun terseok2 zaman tidaklah kita lupa akan nikmatnya duduk2 di majlis ilmu bersama kawan2 baik itu..

 

Jika antum ingin kita perkuat lagi persaudaraan yang telah lama tak bersua ini, silahkan bisa kita saling mengingatkan kembali, dan insyaAllah bisa sedikit bagi2kan lagi sedikit cerita tentang negri ini, sebuah negri idaman para salafiyun untuk tholabul ilmi. Barokallahufiikum..

 

Ummul Hamam, Riyadh KSA

Yoyok/+966503302064

Alumni MKI SMA 5 Th.2007/8

7 Golongan yang Beruntung .. !!!

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

TAKHRIJ HADITS.
Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh:
1. Al-Bukhari (no. 660, 1423, 6479, 6806),
2. Muslim (no. 1031 (91)),
3. Malik dalam al-Muwaththa’ di Kitâbusy Syi’ar bab Mâ Jâ-a fil Muttabi’iin fillâh (hlm. 725-726, no. 14),
4. Ahmad (II/439),
5. At-Tirmidzi (no. 2391),
6. An-Nasa-i (VIII/222-223),
7. Ibnu Khuzaimah (no. 358),
8. Ath-Thahawi dalam Musykilul Âtsâr (no. 5846, 5847), dan
9. Al-Baihaqi dalam Sunannya (IV/190, VIII/162).

Sumber: https://almanhaj.or.id/4203-tujuh-golongan-yang-dinaungi-allah-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat.html