Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi wa Sallam Teladan Kita


11 August, 2007

– Tingkat pembahasan: Dasar

Judul Asli: Ma’na Syahadat Muhammadur Rasulullah wa Huququhu ‘ala Ummatihi
Penulis: Syaikh Dr. Sa’id bin Wahf Al-Qahthani
Penerjemah: Abu Husain Leo Agustian (Alumni Ma’had Al-‘Ilmi)
Muroja’ah: Abu Mushlih

Segala puji bagi Allah. Kami memuji, memohon pertolongan, dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan diri-diri kami, dan dari keburukan amal-amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada satupun yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada satupun yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, semoga sholawat dan salam selalu tercurahkan kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang baik sampai hari kiamat. Amma ba’du.

Wahai Manusia, bertaqwalah kepada Allah Ta’ala, sebagaimana Allah telah memerintahkannya dalam kitab-Nya. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئًا

Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Robb kalian dan takutlah akan suatu hari di mana orang tua tidak bisa menolong anaknya dan seorang anak tidak bisa menolong anaknya barang sedikit pun.

Dan firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Wahai hamba Allah, ketahuilah bahwasanya kewajiban yang agung setelah kita mengenal makna laa ilaha ilallah adalah mengenal makna syahadat Muhammad Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Maka sesungguhnya ketika kita menyebutkan salah satu dari kedua syahadat tersebut maka itu juga mengharuskan kita untuk menyertakan syahadat yang lainnya. Syarat-syarat laa ilaha illallah merupakan syarat-syarat Muhammadu Rasulullah dan pembatal-pembatal syahadat laa ilaha illallah juga merupakan pembatal syahadat Muhammad Rasulullah. Adapun makna syahadat Laa ilaha illallah adalah “Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah.”

Makna syahadat Muhammad Rasulullah adalah menyebutkannya dengan lisan dan meyakini di dalam hati bahwasanya Muhammad bin Abdullah Al-Hasyimi Al- Qurasyi adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, dan beliau diutus Allah kepada seluruh makhluk dari golongan jin dan manusia.

Konsekuensi dari syahadat ini adalah mentaati segala perintahnya, membenarkan semua berita darinya, meninggalkan semua larangannya, dan tidak beribadah kecuali dengan syari’at yang beliau bawa.

Oleh karena itu wajib bagi kita untuk beriman dan tunduk terhadap syariat beliau baik itu perkataan, amal, keyakinan hati seperti; iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman terhadap takdir yang baik dan buruk serta menegakkan dengan sempurna rukun-rukun Islam seperti; syahadatain, sholat, zakat, puasa, dan haji dan syari’at Islam lainnya seperti ihsan dan jenis-jenisnya. Diantara kewajiban yang agung adalah mengenal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kewajiban ini adalah landasan ketiga dari tiga landasan yang wajib diketahui oleh setiap muslim. Tiga landasan utama itu adalah mengenal Robbnya, agamanya, dan nabinya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim. Hasyim berasal dari suku Quraisy. Quraisy termasuk bangsa Arab. Dan bangsa Arab adalah keturunan Ismail bin Ibrahim Al-Khalil. Nabi kita adalah Nabi yang terbaik semoga sholawat tercurahkan kepadanya. Usia Rasulullah adalah 63 tahun, 40 tahun sebelum kenabian dan 23 tahun diutus sebagai nabi dan Rasul.

Beliau diangkat sebagai Nabi dengan diturunkannya surat Al-’Alaq 1-5, dan diutus sebagai Rasul dengan diturunkannya surat Al-Muddatstsir. Negeri asal beliau adalah Mekah kemudian beliau hijrah ke Madinah. Beliau diutus untuk memberantas kesyirikan dan menyeru pada tauhid. Beliau berdakwah tauhid selama 20 tahun, setelah itu beliau di mi’rajkan ke atas langit dan mendapat perintah sholat 5 waktu. Beliau menjalankan sholat di Mekah selama 3 tahun, setelah itu beliau diperintah untuk hijrah ke Madinah. Setelah beliau tinggal di Madinah beliau memerintahkan untuk menjalankan syari’at Islam seperti: zakat, sholat, haji, jihad, adzan, beramar ma’ruf nahi mungkar, dan syariat-syariat Islam yang lainnya. Beliau berada di Madinah hanya 20 tahun, setelah itu beliau diwafatkan semoga sholawat dan sallam dicurahkan kepada beliau. Agama beliau kekal. Tidaklah ada suatu kebaikan dalam agamanya kecuali telah beliau sampaikan. Dan tidaklah ada suatu kejelekan kecuali telah beliau peringatkan. Beliau adalah penutup segala nabi dan Rasul, tidak ada nabi sesudahnya. Beliau diutus kepada seluruh manusia. Allah mewajibkan semua jin dan manusia untuk mentaatinya. Barangsiapa yang mentaatinya maka ia akan masuk surga. Dan barang siapa yang durhaka/bermaksiat kepadanya maka akan masuk neraka.

Hasil dari pengenalan terhadap Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam adalah dengan mempelajari kehidupan dan apa yang ia contohkan berupa ibadah, akhlak yang indah, da’wah ilallah, dan jihad fi sabilillah, dan bagian perjalanan kehidupan beliau yang lainnya.

Maka sudah selayaknya setiap muslim yang ingin menambah pengenalan dan keimanan terhadap nabinya untuk membaca sejarah hidup beliau, baik ketika berada dalam situasi perang maupun damai. Ketika beliau mengalami masa sulit maupun masa lapang. Ketika bersafar maupun menetap, dan seluruh keadaan beliau. Kita memohon kepada Allah azza wa jalla agar menjadikan kita sebagai orang yang ittiba’ kepada Rasulullah secara lahir batin dan kita dikokohkan dengannya sampai kita berjumpa dengannya dalam keadaan Dia ridho kepada kita.

Wahai kaum muslimin, diantara kewajiban yang agung atas kaum muslimin adalah mengenal hak-hak Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam atas umat ini. Kewajiban ini tidak hanya untuk seluruh kaum muslimin bahkan untuk seluruh manusia dan juga dari golongan jin.

Keimanan yang jujur kepada beliau shallallahu a’laihi wa sallam dan membenarkan segala sesutau yang datang darinya. Allah berfirman:

فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنزَلْنَا وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Berimanlah kalian kepada Allah, Rasul-Nya, dan cahaya yang kami turunkan dan Allah maha mengetahui terhadap segala sesuatu.

Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam bersabda:

أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله ويؤمنوا بي وبما جئت به

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan beriman terhadap apa yang datang dariku. (Muttafaqun ‘alaih)

Keimanan kepada beliau terwujud dengan membenarkan kenabiannya dan meyakini bahwa Allah telah mengutus beliau kepada jin dan manusia, membenarkan semua yang beliau ajarkan dan ucapkan, menyesuaikan pembenaran hati dengan persaksian lisan bahwasanya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar utusan Allah. Maka jika terkumpul pembenaran hati dengan ucapan syahadat, kemudian diterapkan dalam bentuk mengamalkan apa yang datang dari beliau maka telah sempurna imannya kepada Rasulullah.

Dan diantara hak-hak Rasulullah atas umat ini adalah: wajib untuk taat kepada beliau shallallahu a’laihi wa sallam dan meninggalkan kemaksiatan kepadanya. Oleh karena itu jika diwajibkan beriman dan membenarkan terhadap apa yang beliau bawa, maka wajib pula untuk mentaatinya. Karena yang demikian itu adalah datang darinya. Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنتُمْ تَسْمَعُونَ

Wahai orang–orang yang beriman taatlah kepada Aloh dan Rasulnya dan jangan kalian berpaling sedangkan kalian dalam keadaan mendengar.

Allah berfirman:

وما آتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا

Dan Apa-apa yang datang dari Rasulullah maka ambillah dan apa-apa yang beliau larang maka tinggalkanlah.

Dan dari Abu Huroiroh, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من أطاعني فقد أطاع الله ومن عصاني فقد عصى الله

Barang siapa yang mentaatiku maka sungguh dia telah mentaati Allah dan barang siapa yang bermaksiat padaku maka sungguh dia telah bermaksiat pada Allah. (HR Bukhori)

Rasulullah bersabda:

كل الناس يدخل الجنة إلا من أبى، قالوا: يا رسول الله! ومن يأبى؟ قال: من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى

Setiap manusia akan masuk surga kecuali yang enggan. Maka mereka berkata: “Wahai Rasulullah siapa yang enggan masuk surga?” Rasulullah berkata: “Barang siapa yang mentaatiku dia masuk surga dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku maka dialah orang yang enggan masuk surga.” (HR. Bukhori)

Dan dari Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بين يدي الساعة بالسيف حتى يعبد الله وحده لا شريك له، وجعل رزقي تحت ظلّ رمحي، وجعل الذِّلُ والصغارُ على من خالف أمري، ومن تشبه بقوم فهو منهم

Aku diutus mendekati hari kiamat dengan pedang hingga manusia menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Dan Allah menjadikan rezekiku dibawah naungan tombakku. Dan Ia menjadikan kehinaan bagi siapa saja yang menyelisihi perintahku. Barang siapa yang meniru suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka. (HR. Ahmad, Bukhori secara Mu’allaq, dan hadits ini adalah hasan)

Dan diantara hak-hak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas umatnya adalah ittiba’ kepadanya, mengambil teladan darinya dalam segala urusan, dan mengikuti petunjuknya, Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan Allah berfirman:

وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan ikutilah Dia (Muhammad) agar kalian mendapat petunjuk.

Maka kita wajib berjalan di atas petunjuk beliau, berpegang teguh pada sunnah beliau, dan meninggalkan semua yang menyelisihi beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فمن رغب عن سنتي فليس مني

Barang siapa yang membenci sunnahku maka dia bukan termasuk golonganku. (HR. Bukhori).

Dan diantara hak-hak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas umatnya adalah mencintai beliau melebihi keluarga, anak, orang tua, dan seluruh manusia. Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah, jika Bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga kalian, harta-harta yang kalian kumpulkan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan orang-orang miskin yang di ridhioi, lebih kalian cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta Jihad fi sabilillah, maka tunggulah sampai datang ketetapan Allah, dan Allah tidak memberi petunjuk bagi kaum yang Fasik.

Dan dari Anas rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه: من ولده، ووالده، والناس أجمعين

Tidak beriman seseorang sampai diriku lebih dicintainya daripada anaknya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya. (Muttafaqun ‘alaihi)

Tidak diragukan lagi bahwa barang siapa yang diberi taufik oleh Allah sehingga bisa menunaikan yang demikian itu maka ia akan bisa merasakan manisnya iman. Dan ketaatan kepada beliau akan membawa keridhoan Allah azza wa jalla dan Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam dan tidaklah dia bertindak kecuali tegak di atas syari’at Muhammad shallallahu a’laihi wa sallam. Jika dia ridho terhadap beliau, sebagai Rasul dan mencintainya dari hati yang jujur dan taat kepadanya adalah seperti perkataan seorang penyair:

Kamu bermaksiat kepada Allah
Padahal kamu mengaku cinta padanya
Seandainya cintamu jujur maka tentunya kamu taat kepadanya

Kenyataan ini sungguh analogi yang keliru
Karena orang yang cinta sesuatu
Tentu akan mengikuti keinginan sosok yang dicintainya itu

Dan tanda-tanda cinta kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam adalah menampakkan ketaatan dan ittiba’ terhadap sunnah (ajaran)nya baik perkara yang rinci maupun yang global, dalam hal memberi dan meninggalkan, dalam hal adab dan mendidik, dalam waktu lapang maupun sempit, dalam keadaan susah maupun senang.

Dan diantara hak-hak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam atas umatnya adalah menghormati beliau, memuliakan, dan menolong beliau sebagaimana firman Allah ta’ala: supaya kalian beriman kepada Allah dan RasulNya dan menghormati dan memuliakannya.

Dan penghormatan umat Islam kepada Nabi setelah beliau wafat adalah memuliakan sebagaimana kedaaan hidupnya. Yang demikian itu disebutkan dalam hadits dan sunnahnya dan yang kita dengar dari namanya, sejarah hidupnya, dan dari pelajaran sunnahnya, dakwah atasnya, dan pertolongannya.

Dan diantara hak-hak Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam atas umatnya adalah sholawat atasnya. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat malaikat bersholawat atas nabi wahai orang-orang yang beriman bersholawat dan salamlah atas Rasulullah.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

من صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشراً

Barang siapa yang bersholawat kepadaku sekali maka Allah akan bersholawat atasnya sepuluh kali.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

البخيل من ذكرت عنده فلم يصلِّ علي

Orang yang bakhil adalah siapa yang menyebut namaku namun ia tidak bersholawat atasku. (HR. Tirmidzi dan selainnya dan ia adalah hadits yang sah)

Sholawat atas Rasulullah itu memiliki banyak keadaan/waktu. Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyebutkan ada 41 waktu. Diantaranya adalah sholawat ketika masuk ke masjid, dan ketika keluar masjid, ketika azan selesai dikumandangkan, ketika iqomah, ketika berdoa, ketika membaca doa tasyahud saat sholat, ketika sholat jenazah, ketika berzikir pagi dan petang, ketika hari jum’at, ketika berkumpulnya suatu kaum sebelum saling berpisah, ketika khutbah jum’at, ketika sholat ied diantara dua takbir, ketika di akhir doa qunut, ketika sa’i antara bukit sofa dan marwah, ketika wukuf, ketika memohon ampun, ketika menghukum pendosa jika berkeinginan untuk mengingkarinya, dan lain sebagainya yang telah disebutkan Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Jalaa’ul afham fiii sholati wa salami ’ala khoiri anaam.

Diantara hak-hak Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam terhadap umat ini adalah wajib bagi umatnya untuk berhakim dan ridho dengan hukum yang beliau tetapkan. Allah Ta’ala berfirman:

فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

Dan jika kalian berselisih terhadap sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir dan yang demikian itu adalah lebih baik dan lebih baik hasilnya…

dan Allah berfirman:

فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيمًا

Maka sungguh demi Robbmu tidak lah mereka beriman hingga mereka berhukum terhadap apa yang mereka perselisihkan kemudian tidak menjadikan sempit jiwa mereka terhadap apa yang telah ditetapkan dan mereka benar-benar berserah diri…

Dan diantara hak-hak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas umat ini adalah menempatkan Beliau sesuai dengan kedudukannya tanpa bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) dan tidak pula meremehkannya. Beliau adalah seorang hamba Allah dan Rasul-Nya. Beliau adalah nabi dan Rasul yang paling utama. Dan beliau adalah Penghulu umat manusia dari awal hingga akhir, dia adalah Pemilik tempat yang terpuji berupa telaga. Meskipun demikian, beliau adalah seorang manusia biasa, tidak berkuasa memberikan bahaya dan mendatangkan manfaat untuk dirinya dan tidak juga kepada selainnya kecuali sebatas kehendak Allah, sebagaimana firmanNya:

قُل لاَّ أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَآئِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ

Katakanlah aku tidak berkata pada kalian bahwasanya disisku ada pembendaharaan Allah dan aku tidak mengetahui ilmu ghoib dan tidak pula aku berkata pada kalian bawanya aku tidak berkuasa untuk mengikuti kecuali berdasarkan wahyu yang datang padaku.

Dan firmannya:

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah bahwasanya akau tidak berkuasa,memberi manfaat dan menolak bahaya kecuali dengan kehendak Allah. Seandainya aku mengetahai yang ghoib maka sunnguh aku akan memperbanyak kebaikan dan aku tidak akan tertimpa kejelekan. Tidak lah aku ini melainkan sebagai pemberii peringatan dan membawa kabar gembiraabagi orang yang beriman.

Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat sebagaimana nabi yang lainya. Akan tetapi agamanya kekal hingga hari kiamat: sesungguhnya kalian akan mati dan mereka pun akan mati.

Dengan demikian diketahui bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan tidak ada sekutu baginya:

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah sesungguhnya sholatku, sesemblihanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Robb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan yang demikian itulah yang diperintahkan kepada ku dan aku adalah termasuk orang yang pertama menjadi muslim.

Aku berlindung dari godaan syetan yang terkutuk:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Dan sungguh telah terdapat suri teladan yang baik dari Rasulullah bagi siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah dan hari akhir dan dia banyak mengingat Allah.

Semoga Allah memberkahiku dan kalian dalam merenungi Al-Qur’an yang agung. Dan semoga ayat Al-Qur’an dan peringatan yang hakim ini bermanfaat bagiku dan bagi kalian. Saya cukupkan sampai sini perkataan saya semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dosa-dosa kalian. Aku memohon ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Aku memohonkan ampunan kepada Allah untukku dan untuk kalian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: