KUNCI-KUNCI KEBAHAGIAAN

NASEHAT ULAMA

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

Risalah (ajaran Rasul) adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh hamba, sudah semestinya mereka tunduk mengikutinya. Kebutuhan mereka terhadapnya jauh di atas kebutuhan mereka terhadap apapun. Risalah adalah ruh, cahaya dan hakikat kehidupan alam semesta. Maka kebaikan macam apakah yang akan bisa dicapai apabila alam semesta telah kehilangan ruh, hakikat kehidupan dan cahaya ? Dunia ini selalu diliputi kegelapan dan layak untuk dilaknat kecuali belahan dunia dimana matahari risalah telah terbit dan bersinar di sana. Maka demikian pula keberadaan seorang hamba. Selama di dalam hatinya belum memancar cahaya matahari risalah sehingga dia belum bisa mereguk kehidupan dan merasakan gejolak ruhnya, maka sebenarnya dirinya masih terliputi oleh kegelapan, dan dia tergolong orang-orang yang telah menjadi mayat. Allah ta’ala berfirman,

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا

Apakah orang yang telah menjadi mati (hatinya) kemudian Kami hidupkan dia, dan Kami curahkan cahaya untuk menyinari jalannya di tengah umat manusia sama keadaannya dengan orang lain sepertinya yang terus berada dalam kegelapan dan tidak bisa keluar darinya.” (QS. Al An’aam : 122).” (Majmu’ Fatawa, 19/99 dan 93. dinukil dari Ma’alim Ushul Fiqih ‘inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 78)

 

 

KUNCI-KUNCI KEBAHAGIAAN

 

Saudaraku, sungguh negeri akhirat menanti di hadapanmu. Adapun dunia dia akan hilang dan binasa. Sehingga orang yang beruntung adalah yang bisa mengisi kehidupan dunianya dengan sebaik-baiknya. Karena orang yang tidak pandai memanfaatkan kesempatan niscaya akan menuai penyesalan di hari kemudian, ya .. bukankah demikian. Allah pun telah mengingatkan kita tentang hal ini dalam firman-Nya yang artinya, “Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati untuk menetapi kebenaran dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr [103] : 1-3)

 

Seorang ulama ahli tafsir kenamaan dari negeri Arab Saudi Syaikh Abdurrahman bin Naashir As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Allah ta’ala bersumpah dengan masa; yaitu waktu malam dan siang yang menjadi tempat terjadinya perbuatan-perbuatan hamba dan amal-amal mereka. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya seluruh insan mengalami kerugian. Makna rugi adalah lawan dari keberuntungan. Kerugian itu sendiri bertingkat-tingkat dan beraneka ragam. Terkadang kerugian itu bersifat mutlak, seperti keadaan orang yang rugi di dunia dan di akhirat yang kehilangan nikmat surga dan berhak tinggal di dalam neraka. Dan terkadang kerugian itu bersifat parsial/sebagian saja. Karena kerugian itu mencakup dua tipe ini maka Allah pun menyatakan secara umum bahwa kerugian itu meliputi semua insan, kecuali orang yang memiliki empat ciri :

 

(Pertama) Mengimani segala hal yang diperintahkan Allah untuk diimani.

Dan iman tidak akan bisa terbentuk tanpa adanya ilmu, karena pada hakikatnya iman adalah cabang dari ilmu. Sehingga iman tidak akan sempurna tanpa landasan ilmu.

 

(Kedua) Beramal shalih.

Pernyataan ini sudah mencakup segala bentuk perbuatan baik lahir dan batin, baik yang terkait dengan hak Allah maupun yang berkaitan dengan hak hamba-hamba-Nya, yang hukumnya wajib maupun yang sunnah.

 

(Ketiga) Saling menasihati untuk menetapi kebenaran.

Kebenaran yang dimaksud adalah iman dan amal shalih. Sehingga maknanya adalah : Mereka saling menasihati satu dengan yang lainnya untuk menetapi kebenaran itu dan memberikan motivasi untuk melakukannya serta berusaha memberikan dorongan semangat untuk itu (beriman dan beramal shalih).

 

(Keempat) Saling menasihati untuk menetapi kesabaran

yaitu : sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, bersabar dalam menahan diri dari bermaksiat kepada Allah dan bersabar ketika menghadapi takdir Allah yang terasa menyakitkan.

 

Dengan dua perkara yang pertama seorang insan bisa menyempurnakan dirinya sendiri. Sedangkan dengan dua perkara yang terakhir dia akan bisa menyempurnakan diri orang lain. Sehingga dengan menyempurnakan keempat perkara inilah manusia bisa selamat dari bahaya kerugian dan berhasil memperoleh kemenangan yang amat besar” (Taisir Karim Ar Rahman, hal. 934)

 

Saudaraku, kini kita telah tahu bersama bahwa kita pasti termasuk orang-orang yang rugi kalau kita tidak memiliki keempat ciri ini : iman, amal shalih, dakwah dan kesabaran. Sungguh indah surat Al ‘Ashr ini. Sampai-sampai Imam Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan, “Seandainya seluruh umat manusia mau memikirkan kandungan surat ini niscaya hal itu sudah cukup bagi mereka” (Taisirul wushul, hal. 15) Sekarang marilah kita periksa diri kita masing-masing. Saya sama sekali bukan semata-mata menujukan tulisan ini untukmu. Akan tetapi saya tujukan nasihat ini pertama kali untuk diriku kemudian saudara-saudaraku semuanya. Marilah kita bertanya tentang waktu yang selama ini Allah anugerahkan kepada kita. Apakah benar kita tergolong orang yang menggerakkan hati, menggerakkan lidah dan anggota badan dalam rangka memperkuat keimanan, menanam amal shalih serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Cukuplah Allah sebagai saksinya.

 

Allah Maha tahu perbuatan kita. Allah Maha tahu apa yang kita sembunyikan di dalam lubuk hati kita. Akankah kita pura-pura tidak tahu dan berpaling dari pengawasan-Nya. Duhai diri manusia yang ingin menikmati lezatnya kebahagiaan yang tiada tara, wahai hamba-hamba yang rindu merasakan kenikmatan surga dan merasa takut terjerumus ke dalam jurang neraka…Persiapkanlah dirimu menyambut hari esok dengan bekal takwa. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah. Dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang sudah dipersiapkannya untuk menghadapi hari esok (hari akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala yang kalian lakukan” (QS. Al Hasyr [59] : 18)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: